Wartawan Itu Kerjanya Seperti Apa?

shares |


Wartawan Itu Kerjanya Seperti Apa?

Tidak terasa saya sudah hampir tujuh tahun menjadi seorang wartawan. Memang belum begitu lama, namu waktu tujuh tahun itu menurut saya cukup lama dan panjang.

Saya menemukan banyak hal, dari mulai teman sampai jaringan baru. Hingga kebahagian tentunya. Dan yang lebih penting adalah pengalaman yang sangat berharga, dan tidak semua orang mampu mendapatkannya.

Bekerja dibebrapa media sudah saya coba, dari mulai media online hingga media cetak harian lokal. Ya, saya cuma wartawan lokal, besar didaerah dan mengabdi menjadi penyebar informasi ditempat kelahiran saya.

Tidak ada yang sulit menjadi seorang wartawan itu, cuma saya merasakan ada beberapa hal yang memang harus dilewati. Pertama tahap pembelajaran, kedua memberanikan diri dan tahap yang paling penting adalah mau belajar.

Sejauh ini tidak ada indikator wartawan sukses itu seperti apa. Namun saya selalu kagum kepada teman-teman seprofesi yang bekerja dengan sepenuh hati menjadi pengabdi sebagai penyebar informasi. Tanpa lelah, meninggalkan keluarga di rumah.

Ada yang harus dijelaskan kepada publik, terutama tetangga saya, karena selama ini saya belum bisa menjawab dengan gamblang seperti apa kerja wartawan? Jawaban saya sederhana. Menulis.

Namun butuh waktu untuk menjelaskan itu, saat ini hanya istri saya yang paham kerja saya seperti apa. Mereka terutama para tetangga tidak tahu apa-apa. Mereka hanya tahu saya kerja kantoran, dengan jam kerja tidak jelas.

Saya tidak ambil pusing, dan saya tidak mau menjelaskan dengan gamblang jika mereka tidak mendesak saya untuk menjawab. Biarkan mereka menerka sendiri. Namun sudah lama saya ingin mengatakan ini. Kerja saya menulis. Tidak ada yang lain.

Tentunya untuk menulis satu topik berita, saya membutuhkan beberapa bahan, karena sebuah berita yang bagus harus disertai dengan bahan atau data yang lengkap, sehingga layak menjadi sebuah berita untuk disajikan kepada masyarakat.

Cuma yang harus digaris bawahi untuk menjadi seorang wartawan itu harus bisa meramu tulisan sesuai kaidah jurnalistik yang diatur dalam UU No 40 tahun 1999 tentang Pers.

Wartawan juga harus memahami apa yang disebut 5W+1H. Istilah itu diambil dari bahasa Inggris, what, where, when, who, why dan how. Dan jika diartikan menjadi apa, dimana, kapan, siapa, mengapa dan bagaimana.

Saya tidak akan menjelaskan hal ini secara teknis, karena saya malu sama sarjana Fikom dan doktor dibidang ilmu komunikasi. Mereka yang lebih paham, dan memiliki kompetensi untuk menyampaikan itu.

Intinya kerja seorang wartawan itu menulis, harus digaris bawahi tidak ada kerja wartawan selain menulis. Jika dilapangan ada wartawan selain itu, jangan langsung disebut oknum. Usahakan kalau mau menyimpulkan sesuatuharus Tabayyun dulu.

Related Posts